Cuma 50 Menit Sehari

Bekal untuk akhirat itu cuma 50 menit sehari…..

Arkian, ketika ajal hendak mendatangi Abdullah bin Idris (seorang ahli ibadah dan zuhud), dia merasa sangat sedih. Saat itu anak-anaknya menangis. Lalu, ketika nyawanya hendak dicabut ia berkata, “Wahai anakku, jangan kalian menangis, sebab saya telah menghatamkan Al Quran di rumah sebanyak empat ribu kali, semua aku lakukan untuk menghadapi maut ini.”

(Dikutip dari buku “Aku Menciptakan Jin dan Manusia Hanya Untuk Beribadah Kepada-Ku” oleh Dr. Muhammad al-‘Areifi – hal 185).

Sebuah kisah inspiratif yang memberi cambuk ke saya betapa tilawah Al Quran merupakan keniscayaan sebagai bekal memasuki alam akhirat. Seringkali kita menganggap bahwa Al-Quran hanya perlu digunakan sebagai rujukan bila menghadapi suatu masalah tertentu. Padahal kandungan Al Quran begitu luas dan mencakup seluruh aspek kehidupan sebagai pribadi, keluarga, masyarakat dan dalam tata-kelola negara.

Al Quran masih sering tidak diprioritaskan dalam kegiatan sehari-hari. Dalam sebuah acara di radio, pernah dibahas suatu anjuran untuk membaca Al Quran selama 5 menit setelah shalat Fardhu sehingga selama sehari kita sudah memprioritaskannya dan meluangkan 50 menit hanya untuk membaca Al Quran.

Cuma 50 menit dari 24 jam waktu yang kita miliki, dan kita masih merasa berat?

Tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *