Ibadah Haji: Napak Tilas Perjuangan Keluarga Nabi Ibrahim

Tatkala Nabi Ibrahim ‘alaihissalam selesai membangun Ka’bah, beliau langsung diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala untuk memberitahukan kewajiban ibadah haji kepada umat manusia. “Bagaimana suara hamba dapat didengar oleh segenap umat manusia?” Maka Allah pun berfirman, “Serulah mereka dan Aku yang akan menyampaikannya.”

Nabi Ibrahim lalu naik ke Jabal (gunung) Abi Qubais dan berseru, “Wahai segenap umat manusia! Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kalian untuk beribadah haji ke Baitullah. Niscaya Allah menganugerahkan pahala surga dan menjauhkan kalian dari api neraka.”

Seketika itu, segenap umat manusia, baik yang berada dalam sulbi kaum lelaki maupun dalam rahim kaum perempuan, menjawab, “Labbaikalla humma, labbaik (Baik, hamba penuhi panggilan-Mu, ya Allah).” Ucapan itu selanjutnya disebut talbiyah.

Selanjutnya, talbiyah tersebut disyari’atkan sebagai bacaan pertama jama’ah para calon haji, sebagaimana pendapat dan riwayat Abdullah ibn ‘Abbas dan Abdullah ibn Jubair dalam Tafsir al-Ahkam karya Imam al-Qurthubi yang dikutip K.H. Drs. Muchtar Adam dalam Tafsir Ayat-Ayat Haji.

ibadah haji napa tilas perjuangan keluarga nabi ibrahim

Menurut sahabat Abdullah ibn ‘Abbas, tatkala Nabi Ibrahim mengumumkan kewajiban ibadah haji kepada umat manusia, gunung-gunung merunduk, dan tak lama kemudian terbentuklah beberapa permukiman manusia. Ketika itulah semua makhluk menjawab dengan membaca Talbiyah. Namun, perintah Allah kepada Nabi Ibrahim hanya sampai pada kata “sujud”, sebagaimana termaktub dalam akhir surat al-Hajj ayat 26.

Setelah itu, dalam ayat berikutnya, Allah memerintahkan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Dan beritahukanlah kewajiban haji kepada seluruh umat manusia, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta kurus, datang dari segenap penjuru dunia yang jauh.”

Perintah menunaikan ibadah haji itu sesungguhnya sekaligus menapaktilasi perjuangan keluarga Nabi Ibrahim dalam memenuhi perintah Allah Subhanahu wa ta’ala, sebagaimana tertulis dalam surat al-Hajj ayat 124, “Dan ingatlah ketika Ibrahim diuji oleh Tuhannya lalu dipenuhinya. Allah berfirman, ‘Sesungguhnya Aku menjadikan engkau pemimpin bagi manusia.’

Nabi Ibrahim berdoa, ‘Jadikanlah pula beberapa imam di antara anak keturunanku.’

Allah menjawab, “Tidak termasuk ke dalam janjiku bagi orang-orang yang dzalim.”

Allah juga memerintahkan agar Nabi Ibrahim meletakkan dasar-dasar ibadah haji, kemudian menyempurnakannya, mulai dari pembangunan Ka’bah dan tata cara Thawaf; kemudian Sa’i sebagai upaya napak tilas perjuangan Siti Hajar, Istri Nabi Ibrahim, yang berlari-lari dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah mencari air minum bagi Ismail, anaknya. Lalu menapaktilasi perbuatan Nabi Ismail yang melempar tiga jumrah, napak tilas perlawanan Nabi Ibrahim terhadap setan yang menghalangi pelaksanaan penyembelihan Nabi Ismail.

Demikian pula dengan al-hadyu atau qurban, sebagai lambang ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Selanjutnya, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyempurnakan tata cara haji sebagaimana sabdanya, “Ambillah dariku Manasik Haji kalian.” (HR. Muslim)

Labbaikallohumma labbaik….
semoga kita diberkahi Allah, untuk bisa menjadi Tamu di Rumah Nya, menapaktilasi perjalanan keluarga Nabi Ibrahim ‘alaihissalam, dan menunaikan rukun Islam yang kelima. Amiin….

Referensi : Majalah Al-Kisah No. 25/5-17 Desember 2006

 

Tagged , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.