Karena Ada Cinta Di Jabal Rahmah

KARENA ADA CINTA DI JABAL RAHMAH…..

Ya, ada cinta yang mendalam jika kita melihat pemandangan Jabal Rahmah, Arafah pada musim haji, yang dipenuhi oleh jutaan Tamu Allah.
Cinta kepada Allah, cinta kepada Rasulnya, dan tentu cinta kepada pasangan hidup kita. Ada cinta di Jabal Rahmah.

Apa hubungannya Jabal Rahmah dengan cinta pada pasangan hidup kita?

karena ada cinta di jabal rahmah

Dulu, di Arafah, Rasulullah SAW pernah menyampaikan khutbah yang kemudian dikenal dengan Khutbah Haji Wada’. Ada beberapa wasiat penting dalam khutbah ini, salah satunya menyangkut hukum tentang suami istri.

Sabda Nabi:

“Wahai manusia! Sungguh, bagi kaum perempuan (istri kalian) itu ada hak-hak yang harus kalian penuhi, dan bagi kalian juga ada hak-hak yang harus dipenuhi istri itu. Yaitu, mereka tak boleh sekali-kali membawa orang lain ke tempat tidur selain kalian sendiri, dan mereka tak boleh membawa orang lain yang tak kalian sukai ke rumah kalian, kecuali setelah mendapat izin kalian terlebih dahulu. Karena itu, sekiranya kaum perempuan itu melanggar ketentuan-ketentuan demikian, sungguh Allah telah mengizinkan kalian untuk meninggalkan mereka, dan kalian boleh melecut ringan terhadap diri mereka yang berdosa itu.

Tapi, bila mereka berhenti dan tunduk kepada kalian, menjadi kewajiban kalianlah untuk memberi nafkah dan pakaian dengan sebaik-baiknya. Ingatlah, kaum hawa adalah makhluk yang lemah di samping kalian. Mereka tak berkuasa. Kalian telah mengambil mereka sebagai amanah dari Allah dan kalian telah halalkan kehormatan mereka dengan kalimat Allah. Karena itu bertakwalah kepada Allah tentang urusan perempuan dan terimalah wasiat ini untuk memperlakukan mereka dengan baik. Wahai umatku! Bukankah aku telah menyampaikan? Ya Tuhan, saksikanlah!” (HR. Bukhari dari Abdullah bin Umar).

Inilah sebuah wasiat yang mengguncang dada setiap lelaki yang membacanya. Pernikahan dalam Islam memang prosesnya sederhana. Tidak pakai syarat njelimet. Tapi, konsekwensi setelah pernikahan itu sungguh tidak sederhana. Perhatikanlah kalimat wasiat yang terakhir:

“Kalian telah mengambil mereka sebagai amanah dari Allah dan kalian telah halalkan kehormatan mereka dengan kalimat Allah. Karena itu bertakwalah kepada Allah tentang urusan perempuan dan terimalah wasiat ini untuk memperlakukan mereka dengan baik……………”

Istri kita adalah AMANAH dari Allah……….

Lelaki harus bertanggung jawab atas wanita. Bayarlah mahar istri, lalu mereka menjadi halal bagi kalian. Penuhilah nafkahnya, maka kalian punya hak atasnya. Perlakukan istri dengan baik, pergauilah dengan makruf, maka dia pun akan memberikan kesetiaan dan respek, kepada kalian. Inilah hukum berkaitan suami istri yang diajarkan Nabi kepada umatnya.

Lupakan kelemahan suami. Jangan perhitungan dengan kekurangan istri. Ini bukan matematika biasa yang satu ditambah satu menjadi dua. Ini kalkulator barakah, di mana satu disandingkan satu bisa menjadi sebelas, atau bahkan lebih.

Inilah, keindahan cinta di Jabal Rahmah…..

Tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *